AMIL

Kata amil biasa kita dengar dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab (عَامِلُ) yang berarti pekerja, tukang dan pengatur pekerjaan. Secara bahasa amil mengandung arti agen, wakil, kuasa dan langganan.(Kamus al Munawir,1984;1045, Kamus digital Al Mufid). Pengertian amil dalam artinya yang sekarang bermula pada masa Nabi Muhammad SAW. Nabi SAW menggunakan istilah tersebut bagi orang-orang yang ditunjuk olehnya sebagai petugas yang diperintahkan untuk mengumpulkan dan menyalurkan shadaqah dan zakat kepada mereka yang berhak menerimanya. Dengan pengertian lain amil adalah orang, lembaga atau Badan (panitia) yang mengurus segala permasalahan zakat dan shadaqah dengan cara mengumpulkan, mencatat, dan menyalurkan atau membagikannya kepada mereka yang berhak menerimanya menurut ketentuan ajaran Islam.
Disamping harus memenuhi syarat-syarat seperti adil, jujur, dan amanah, amil juga harus mengetahui hukum dan ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan zakat. Pada umumnya amil juga dituntut untuk memiliki kemampuan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya, seperti keterampilan teknis atau pengetahuan tentang pengorganisasian zakat.
Istilah amil disebutkan dalam Al Qur’an surat At Taubah; 60, yakni sebagai salah satu dari delapan golongan yang berhak menerima zakat. Namun demikian, amil, seperti ketujuh golongan lainnya, tidaklah memiliki hak mutlak. Apabila ada diantara delapan golongan tersebut lebih membutuhkan, maka zakat dapat diberikan kepada golongan yang lebih membutuhkan terlebih dahulu.
Dalam sejarah perkembangannya, kata amil juga juga umum digunakan sebagai sebutan bagi seorang kepala daerah semacam gubernur, kepala daerah tingkat I pada zaman sekarang ini. Istilah ini telah digunakan sejak pada zaman pemerintahan Khulafa’ur Rasyidin (sahabaat Nabi yang paling dekat), masa dinasti bani Umayah, dan di awal masa-masa pemerintahan bani Abassiyah. (عُمَّالٌ)’Ummaal (bentuk jamak dari amil) berarti gubernur-gubernur atau para penguasa daerah. Para petugas pengumpul zakat dan jizyah di masa kholifah Umar bin Khothob juga disebut Ummaal. Demikian juga para pejabat-pejabatnya di Irak.
Dalam perkembangan berikutnya, kata amil juga digunakan untuk menunjukan jenjang atu tingkatan jabatan dalam pemerintahan, dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Ketika bagian keuangan dipisahkan dari administrasi lainnya, kata amil lalu dipakai untuk menyebut seseorang yang yang memangku jabatan sebagai direktur keuangan yang berkedudukan diibukota propinsi, seperti misalnya di Mesir dan khurasan (Iran). Ketika kedua wilayah itu merupakan propinsi dari pusat pemerintahan Islam di Baghdad. Pada masa pemerintahan dinasti Umayah dan Abasiyah, kata ‘Ummaal juga digunakan untuk para petugas pemungut pajak, yang pada zaman pemerintahan bani Abasiyah ditunjuk oleh pemerintahan pusat di Baghdad. Selain itu kata tersebut juga pernah digunakan untuk menyatakan orang-orang yang mengemban dan mempertanggungjawabkan tugas tertentu, misalnya amil ma’awin (عامل معاون ) yang berarti petugas kepolisian dan amil mashalih ( عامل مصالح) yang berarti petugas ynag memperkuat pertahanan di pos-pos terdepan. Amil ditunjuk oleh khalifah atau wazir (perdana menteri) secara langsung. Amil boleh menunjuk ‘ummaal (beberapa amil) di daerah (distrik).
Muslim India memakai kata amil untuk gubernur, tetapi kemudian kata itu berarti petugas pajak di distrik kecil. Di masa pemerintahan Turki Usmani (kerajaan Ottoman) dan dikalangan muslim Afrika Utara serta Spanyol, kata amil juga digunakan, baik dalam arti yang lebih sempit maupun dalam arti yang sangat luas dan umum seperti gubernur. Adapun kata amil zakat dipakai di semua negeri muslim. Tidak ada perbedaan

Tentang pistaza

Pusat Informasi dan Studi Zakat (Pistaza) merupakan lembaga dakwah dan Pendidikan yang memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pengelolaan zakat, baik melalui lembaga maupun badan amil zakat yang sudah ada. Pistaza memberikan konsultasi kepada setiap lembaga atau warga masyarakat yang membutuhkan informasi seputar zakat. Pistaza juga memberikan pelatihan-pelatihan bagi lembaga dan badan amil zakat untuk peningkatan kapasitas Amil zakat tentang bagaimana menjalankan roda kegiatan secara baik dan proesional. Informasi lebih lanjut lihat blog ini...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s