DASAR STRATEGI FUNDRAISING

Perkembangan organisasi pengelola zakat (OPZ) dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan peningkatan kualitas para amilnya. Hal ini berbanding lurus dengan pendapatan yang diperoleh OPZ dan tingkat kesadaran kaum muslimin dalam menunaikan kewajiban zakatnya. Zakat merupakan salah satu kewajiban bagi setiap muslim yang sudah memenuhi persyaratan kewajiban-kewajibannya. Semakin banyak OPZ bermunculan semakin banyak pula dana masyarakat bisa tereksplorasi.
Logikanya, semakin profesional organisasi pengelola zakat, semakin baik pula layanan yang diberikan kepada para muzakky, kepuasan muzakky dalam menyalurkan dana zakatnya tergantung pada tingkat kualitas layanan-nya. Demikian juga tingkat profesionalitas dan kualitas pelayanan sebuah OPZ akan mempengaruhi banyak hal; seperti tingkat kepercayaan masyarakat muslim kepada-nya, tingkat perolehan dana ZIS, tingkat kesadaran ma-syarakat dalam menunaikan kewajibannya membayar zakat dan yang tidak kalah penting adalah tingkat kesejahteraan masyarakat. Dimana profesionalitas itu pasti ada standartnya. Minimal ada visi bersama bagi sebuah OPZ yang akan menjadi tujuan jangka panjang dalam pengelolaan OPZ itu.
Kalau sebuah organisasi tidak memiliki visi bersama yang akan dituju, maka tidak akan terjadi heroik dalam operasionalnya. Berjalan apa adanya dan lesu dalam operasionalnya. Namun sangat berbeda jauh, apabila sebuah organsasi memiliki visi ke depan yang menjadi tujuan organisasinya. Organisasi yang memiliki visi bersama pasti memiliki perencanaan dan strategi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Kapan visi itu akan terwujud ditunjukkan dengan gambaran yang sangat jelas dengan prediksi-prediksi yang masuk akal.
Setiap organisasi pengelola zakat memiliki peran dan posisi yang sangat strategis di tengah-tengah masyarakat muslim khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Dalam sejarah perzakatan Indonesia, telah banyak organisasi pengelola zakat yang sudah berusia 10 tahun dengan segala kiprahnya. Bahkan YDS Al Falah Surabaya telah berdiri sejak 1 maret 1987, hingga sekarang berusia lebih dari 20 tahun dan masih tetap eksis. 20 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah organisasi pengelola zakat. Hebatnya lagi lembaga ini tetap diperca-ya masyarakat dalam menyalurkan dana zakat infak dan shadaqahnya. Panjangnya waktu yang dilalui menunjukkan perannya yang cukup eksis ditengah-tengah masyarakat.
Selain tingkat profesionalitas, visi bersama ikut menggerakkan seluruh elemen-elemen organisasi yang ada. Daya tahan yang begitu luar biasa bertahun-tahun menjalani perkembangan pasang naik dan pasang surut organisasi dalam membiayai seluruh program dan opera-sional organisasinya, tentulah dikarenakan ketersediaan dana yang cukup bagi organisasi tersebut.
Ada OPZ yang memiliki dana cukup, karena para pencetus dan pendirinya telah menyediaan dana kegiatan organisasi dalam waktu yang relatif cukup panjang. Namun ada juga OPZ yang hanya bermodalkan semangat untuk meraih mimpi mendapatkan simpati dan keperca-yaan masyarakat dengan modal biaya yang sangat kecil sekali, bahkan boleh dikata tidak ada. Mereka tetap ber-tahan untuk melakukan program dan memberdayakan ma-syarakat tanpa ada dana awal. Organisasi semacam ini tanpa ada manajemen dan kualitas perjuangan yang baik tidak akan bertahan lama. Bahkan akan hancur ditengah jalan. Banyak juga kaum muslimin ramai-ramai mendiri-kan organisasi dan yayasan-yayasan Islam tetapi tidak ada tindak lanjut dalam operasionalnya. Karena dalam setiap aktifitasnya membutuhkan dana. Mereka harus memeras otak dan tenaga untuk meraih simpati dan dukungan masyarkat untuk mendapatkan dana operasional itu.
Oleh karena itu, bagi organisasi pengelola zakat yang tidak memiliki dana awal yang cukup, apalagi yang didirikan tanpa dana sama sekali, maka pengumpulan dana untuk membiayai program dan kegiatan menjadi sebuah keharusan bagi organisasi tersebut.
Pengumpulan dana untuk membiayai program dan kegiatan bagi sebuah NGO (Non Goverment Organization) biasa disebut dengan Fundraising. Pada awalnya hanyalah wacana saja bagi NGO, tetapi seiring dengan perkem-bangan zaman Fundraising menjadi sebuah kebutuhan bagi NGO. Fundraising sendiri mengandung pengertian peng-umpulan dana. Fundraising Campaign artinya kampanye pengumpulan uang.
Fundraising dapat diartikan sebagai kegiatan dalam rangka menghimpun dana dari masyarakat dan sumber daya lainnya dari masyarakat (baik individu, kelompok, organisasi, perusahaan ataupun pemerintah) yang akan digunakan untuk membiayai program dan kegiatan opera-sional organisasi/ lembaga sehingga mencapai tujuannya.
Fundraising dalam pengertian ini memiliki ruang ling-kup lebih luas dari pengertian sebelumnya, Fundraising tidak hanya mengumpulkan dana semata. Tetapi, juga segala bentuk partisipasi dan kepedulian yang diberikan masyarakat kepada organisasi/ lembaga yang berbentuk dana dan segala macam benda dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan dan kesesuaian dengan lembaga. Misalnya ketika lembaga memerlukan motor untuk operasional sebuah OPZ, maka ada anggota masya-rakat yang memberikan motornya yang sudah tidak ter-pakai, karena anggota masyarakat tersebut sudah meng-gunakan mobil. Pemberian masyarakat tidak harus berupa benda tetapi juga fasilitas perkantoran dan lain-lain. Misalnya ketika mengadakan Road Show Zakat di berba-gai daerah, sebuah lembaga amil zakat nasional meman-faatkan sebuah ruangan hotel berbintang dan cukup megah di suatu ibukota propinsi, tanpa harus mengeluar-kan dana untuk membayar uang sewa tempat. Pemberian ijin menggunakan tempat tanpa ada pungutan biaya dari pemilik hotel tersebut sesungguhnya termasuk dalam rangkaian fundraising. Karena seluruh bentuk kepedulian itu bermuara kepada pengurangan biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah organisasi /lembaga.
Fokus pokok pembahasan ini adalah bagaimana merencanakan, mengelola, melaksanakan, dan mengontrol sebuah kerja dalam program-program yang akan dilaksa-nakan dan metode yang akan digunakan bagi sebuah OPZ. Dimana program diartikan sebagai kegiatan pemberda-yaan masyarakat atau kegiatan implementasi visi dan misi OPZ yang menjadi sebab diperlukannya dana dari pihak eksternal sekaligus alasan donatur unutuk memberikan sumbangannya. Sedangkan metode fundraising diartikan sebagai pola atau bentuk yang dilakukan OPZ dalam rang-ka menggalang dana dari berbagai pihak di masyarakat.
Sehingga untuk berlangsungnya program dan operasi-onal, sebuah OPZ harus dengan serius menangani masalah ini. Keberhasilan sebuah OPZ baik LAZIS maupun BAZIS tergantung dari keseriusanya dalam menjalankan aktifitas fundraising ini. Jika OPZ aktif dan baik dalam merenca-nakan bentuk pola dan strategi fundraising maka eksis-tensi OPZ akan berlangsung lama. Namun apabila tidak mampu merencanakan dan membuat strategi yang baik dalam penggalian dana masyarakat, maka bisa dipastikan OPZ tersebut kekurangan dana, sehingga eksistensi lembaga tersebut dalam posisi terancam dan untuk meng-hidupkan kembali perlu suntikan dana yang besar.

Tentang pistaza

Pusat Informasi dan Studi Zakat (Pistaza) merupakan lembaga dakwah dan Pendidikan yang memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pengelolaan zakat, baik melalui lembaga maupun badan amil zakat yang sudah ada. Pistaza memberikan konsultasi kepada setiap lembaga atau warga masyarakat yang membutuhkan informasi seputar zakat. Pistaza juga memberikan pelatihan-pelatihan bagi lembaga dan badan amil zakat untuk peningkatan kapasitas Amil zakat tentang bagaimana menjalankan roda kegiatan secara baik dan proesional. Informasi lebih lanjut lihat blog ini...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s