TUJUAN FUNDRAISING ORGANISASI PENGELOLA ZAKAT

Sebelum menentukan tujuan fundraising, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu visi dan misi yang akan kembangkan dalam sebuah OPZ. Mengapa visi dan misi perlu? Karena visi dan misi OPZ adalah arah yang harus dituju agar tidak menyimpang. Fundraising bukanlah tuju-an akhir dari sebuah OPZ, namun fundraising sangat penting bagi kelangsungan hidup OPZ. Ibarat orang akan bepergian dengan motor; yang menjadi visi adalah tujuan yang hendak dicapai, mau kemana dengan motor itu ? Mau ke pasar, ke kantor, ke kampus, ke pantai, atau ke maal untuk shoping. Motor adalah sarana yang menjadi misi bagi OPZ untuk mencapai visi. Kalau orang bepergian sarana bisa berupa motor, sepeda, naik bus, naik becak, atau naik kereta. Kalau naik motor tentunya perlu bensin yang dijadikan bahan bakar untuk energi yang mengge-rakkan mesin motor yang menarik rantai untuk mengge-rakkan roda-roda motor tersebut. Dan inilah yang men-jadi tujuan. Apabila tujuan-tujuan yang diharapkan bisa memenuhi standart persyaratan maka insyaallah visi dan misi organisasi akan tercapai.
Ada beberapa hal yang menjadi tujuan dari fundraising bagi sebuah organisasi pengelola zakat;
1. Yang menjadi tujuan pokok dari gerakan fundraising adalah pengumpulan dana. Sesuai dengan istilahnya (fundraising (Eng)) berarti pengumpulan uang. Namun yang dimaksud disini bukanlah uang saja, tetapi dana dalam arti yang luas. Termasuk didalamnya barang dan atau jasa yang memiliki nilai materi. Walaupun demikian dana dalam arti uang adalah penting. Mengingat sebuah organisasi nirlaba (OPZ) tanpa menghasilkan dana maka tidak ada sumber daya dihasilkan. Sehingga apabila sum-ber daya sudah tidak ada maka organisasi akan kehilang-an kemampuan untuk terus bertahan menjaga kelang-sungan hidupnya. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa fundraising yang tidak menghasilkan dana adalah fundrai-sing yang gagal, meskipun memiliki bentuk keberhasilan yang lain.
2. Gerakan fundraising juga bertujuan menghimpun para muzakky dan donatur. OPZ yang baik adalah OPZ yang setiap hari memiliki data pertambahan muzakky dan donatur. Sebenarnya yang dibutuhkan adalah pertambahan jumlah dana untuk program pemberdayaan masyarakat berserta operasionalnya. Ada dua hal yang bisa dilakukan oleh OPZ untuk tujuan ini, pertama menambah jumlah sumbangan dana dari setiap donatur dan muzakky, dan kedua menambah jumlah danatur dan muzakky pada saat setiap donatur memberikan dana yang tetap sama. Pilihan pertama mengandung banyak resiko bagi sebuah OPZ yang belum memiliki tingkat kepercayaan di mata masya-rakat. Apa yang bisa di jual kepada donatur ? sehingga donatur atau muzakky yakin bahwa dengan menyumbang-kan dananya ke OPZ tersebut akan banyak manfaat yang dia dapatkan. Dengan menyumbangkan dana yang besar mestinya ada pelayanan yang lebih dibanding dengan yang lain. Apa kelebihannya? Misalnya kesiapan trans-paransi, yang apabila diminta informasi setiap saat, mem-berikan jawaban yang selalu up to date. Memang berat pilihan yang pertama ini. Pilihan kedua adalah pilihan yang paling ringan, dengan menambah jumlah muzakky dan donatur, walaupun sumbangan yang diberikan tetap akan bertambah pula pendapatan. Dengan alasan ini maka mau tak mau fundraising dari waktu ke waktu juga harus berorientasi pada penambahan jumlah donatur dan muzakky.
3. Jika kepercayaan masyarakat terhadap OPZ me-ningkat maka bisa dipastikan citra OPZ juga ikut terbawa meningkat. Meningkatkan citra lembaga juga menjadi sa-lah satu tujuan dari fundraising. Aktifitas fundraising yang dilakukan oleh sebuah organisasi pengelola zakat, baik langsung maupun tidak langsung akan membentuk citra organisasi itu sendiri. Interaksi dari hasil silaturahmi dan kunjungan yang dilakukan lembaga atau organisasi, dengan memberikan informasi tentang organisasi akan membentuk citra lembaga pengelola zakat dalam benak masyarakat. Dengan gambaran-gambaran yang diberikan melalui interaksi baik langsung maupun tidak langsung akan menumbuhkan citra yang bersifat positif maupun negatif. Dengan citra ini, setiap anggota masyarakat akan mempersepsi organisasi pengelola zakat, yang dilanjutkan dengan mengambil sikap dan menunjukkan perilaku ter-hadap OPZ. Jika citra yang tertanam dibenak para mu-zakky dan donatur terhadap OPZ positif, maka masyarakat akan mendukung, dan bersimpati dengan memberikan sumbangan ZISnya. Namun sebaliknya, apabila citra yang ada dalam benak setiap anggota masyarakat terhadap OPZ negatif, maka mereka akan menghindari, antipati dan mencegah orang untuk memberikan sumbangan dana zakat, infak dan shadaqahnya kepada lembaga.
4. Ketika sebuah OPZ melakukan penggalangan dana ZIS, maka ada tujuan jangka panjang untuk menjaga loya-litas muzakky dan donatur agar tetap memberikan sum-bangan dana ZISnya kepada OPZ. Tujuan jangka panjang tersebut adalah bagaimana memuaskan muzakky dan donatur? Apabila muzakky dan donatur merasa puas ter-hadap layanan, program dan operasional OPZ tersebut, maka muzakky dan donatur akan berusaha memberikan sumbangan dananya kepada OPZ tersebut. Walaupun ha-rus dengan pengorbanan untuk memberikan sumbangan dana tersebut. Pengorbanan yang dilakukan seorang muzakky dan donatur seolah tidak terasa setelah menda-patkan imbalan rasa puas dari pengorbanan layanan yang diberikan oleh lembaga tersebut. Jadi tujuan memuaskan donatur adalah tujuan yang bernilai jangka panjang, mes-kipun kegiatannya dilakukan setiap hari.
5. Kadang-kadang untuk melakukan fundraising, se-buah OPZ membatasi pada orang-orang tertentu. Sehing-ga dibutuhkan kepanjangan tangan untuk sampai pada do-natur dan muzakky. Apabila OPZ memiliki citra yang baik di mata masyarakat maka akan banyak simpati dan du-kungan yang diberikan kepadanya. Perlu dimengerti bah-wa ternyata bentuk dukungan dan simpati masyarakat terhadap OPZ tidak selamanya berupa dana, akan tetapi ada sebagian yang tidak memiliki kemampuan memberi-kan dana atau sesuatu sebagai sumbangan ZISnya –kare-na ketidakmampuan mereka sebagai donatur dan muzakky dalam memberikan dana- memberikan bantuan tenaga dan pemikiran untuk majunya sebuah organisasi pengelola za-kat. Kelompok seperti ini akan berusaha memberikan du-kungan kepada OPZ dan umumnya secara natural bersedia menjadi promotor atau orang yang memberikan informasi positif kepada masyarakat tentang organisasi pengelola zakat tersebut kepada orang lain. Kelompok-kelompok seperti ini sangat diperlukan oleh OPZ sebagai pemberi kabar dan informasi kepada setiap orang yang memer-lukannya. Dukungan dan simpatisan yang berbentuk in-forman seperti ini, memudahkan lembaga dalam fundrais-ing. Karena adanya jaringan informasi non formal ini sangat menguntungkan bagi OPZ. Sehingga semakin ba-nyak relasi dan pendukung sebuah OPZ juga merupakan tujuan diadakannya fundraising.

Tentang pistaza

Pusat Informasi dan Studi Zakat (Pistaza) merupakan lembaga dakwah dan Pendidikan yang memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pengelolaan zakat, baik melalui lembaga maupun badan amil zakat yang sudah ada. Pistaza memberikan konsultasi kepada setiap lembaga atau warga masyarakat yang membutuhkan informasi seputar zakat. Pistaza juga memberikan pelatihan-pelatihan bagi lembaga dan badan amil zakat untuk peningkatan kapasitas Amil zakat tentang bagaimana menjalankan roda kegiatan secara baik dan proesional. Informasi lebih lanjut lihat blog ini...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s