Zakat akan Dorong Kesuksesan Konsep Trickle Down Effect

Meski umat Islam menjadi warga mayoritas di negeri ini, namun mereka kurang dan masih setengah hati merealisasikan ajaran agama yang berdimensi sosial, yakni zakat. Selama ini, potensi dan pentingnya zakat bagi pengentasan kemiskinan dan pengangguran masih dianggap sebelah mata. Padahal dana zakat dapat menjadi solusi paling ‘jitu’ di era multi krisis seperti sekarang ini.

Menurut pakar ekonomi Islam, Syafei Antonio, konsep pemerataan berdasarkan trickle down effect (kesejahteraan yang menetes ke bawah) di masyarakat kita tidak berhasil dilaksanakan. Seandainya manajemen zakat bisa profesional, barangkali sedikit banyak akan membantu kesuksesan konsep pemerataan tersebut.

Itu adalah cara pendistribusian kekayaan sehingga terbentuk akumulasi modal yang kuat untuk kaum dhuafa. ”Apabila zakat ini dikelola dengan profesional, dapat berpotensi menjadi sumber daya yang produktif,” katanya. Selain itu, jelas ketua STEI Islam Jakarta ini, konsep zakat maal ini akan membawa ekonomi rakyat kecil terbebas dari sumber-sumber modal yang mengandung riba dan multiplier effect dalam perekonomian yang berlangsung sangat cepat ini. Sehingga dengan pelembagaan manajemen zakat, diharapkan kecenderungan investasi akan lebih tinggi daripada konsumsi.

Tapi, yang tidak kalah pentingnya, kata Syafei, adalah untuk meningkatkan derajat ekonomi kaum dhuafa perlu diciptakan strategi pembangunan ekonomi yang tidak hanya bisa menciptakan tetesan ke bawah bagi rakyat kecil, tetapi diperlukan partisipasi masyarakat. ”Karena elemen utama pembangunan ekonomi adalah partisipasi masyarakat dalam membawa perubahan struktur perekonomian.”
Mengenai masih terjadinya kesenjangan ekonomi yang begitu lebar, Syafei mengatakan bahwa hal ini dapat dilihat dari dimensi sosial dan dimensi ekonomi.

Dari dimensi sosial, kemiskinan adalah salah satunya adalah berakar dari cara berpikir dan lingkungan yang statis. Sehingga untuk keinginan untuk mengubah kondisi yang lebih baik relatif tidak ada. Penyebab lain adalah pendidikan yang rendah serta ketiadaan sumber-sumber ekonomi yang cukup (modal dan sumber daya alam).

Sedangkan dalam dimensi ekonomi kemiskinan disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, berkurangnya kekayaan orang miskin dalam proses pembangunan yakni akibat dari berkurangnya tanah pertanian akibat dari pembagian warisan, dijual karena pembangunan pemukiman. Sedangkan harga pergantiannya sangat rendah.

Kedua, terlalu sedikitnya hasil produksi yang bisa mereka jual. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk berproduksi sangat terbatas dan sangat sulit melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi. Sedangkan pada sektor industri kecil, masih lemahnya teknis produksi dan sumber-sumber daya lain, menyebabkan rendahnya produk yang dapat ditawarkan.

Ketiga, terlalu rendahnya harga jasa yang mereka terima. Karena rendahnya tingkat pendidikan, maka kualitas jasa yang ditawarkan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja sehingga harga jasa mereka rendah. Meski demikian, pihaknya tetap optimis, di masa depan, pengelolaan zakat secara lebih baik akan dapat direalisasikan.

Tentang pistaza

Pusat Informasi dan Studi Zakat (Pistaza) merupakan lembaga dakwah dan Pendidikan yang memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pengelolaan zakat, baik melalui lembaga maupun badan amil zakat yang sudah ada. Pistaza memberikan konsultasi kepada setiap lembaga atau warga masyarakat yang membutuhkan informasi seputar zakat. Pistaza juga memberikan pelatihan-pelatihan bagi lembaga dan badan amil zakat untuk peningkatan kapasitas Amil zakat tentang bagaimana menjalankan roda kegiatan secara baik dan proesional. Informasi lebih lanjut lihat blog ini...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s