PRINSIP TERBAIK DALAM PENGUATAN MODAL

Kita bisa melihat dan belajar dari pengalaman selama bertahun-tahun dari beberapa Negara yang berhasil dalam program penguatan berbasis masyarakat, para praktisi keuangan mikro, telah menemukan apa yang berhasil dan apa yang tidak berhasil untuk menciptakan program keuangan mikro. Strategi dan ciri-ciri yang berhasil bisa kita sebut “Praktek Terbaik”. Prinsip-prinsip Praktek Terbaik yang membimbing program PMBM adalah sebagai berikut:

1. Program-program Berorientasi Pasar/Pengembangan nilai Bisnis

 Produk: Yang memenuhi kebutuhan dan pilihan kalangan masyarakat miskin, misalnya;
a. Pinjaman kecil, jangka pendek, berulang, tak dibatasi, dan teratur
b. Tabungan fleksibel, kecil, dan teratur
Mempertahankan besaran pinjaman awal tetap kecil agar dengan sendirinya program mendapat-kan target perempuan miskin. Misalnya pinjaman Rp 250.000 bagi pedagang sayur atau pedagang bensin eceran sudah cukup untuk menambah modal usahanya.

Umumnya kaum lelaki dan perempuan yang lebih kaya tidak tertarik pada pinjaman kecil. Kalau hal ini ditunjukkan kepada orang kaya mungkin mereka akan mengatakan,”buat apa uang segini, buat jajan anak saya saja ndak cukup!”

 Harga: Menerapkan bagi hasil atau nilai tingkat suku bunga pasar yang lebih tinggi. Maksud adanya suku bunga berbasis pasar adalah salah satu yang tidak dapat mendistorsi harga pasar. Praktek yang terjadi dilapangan program yang disubsidi tidak dapat berjalan berkesinambungan dan tidak dapat menjangkau sejumlah besar orang yang membutuhkan. Karena setiap orang merasa butuh subsidi, sehingga orang yang tidak layak disubsidi saja meminta dana subsidi.

 Tempat: Menjangkau klien melalui kelompok, dan ramah dengan pelanggan.

 Promosi: Melalui pertemuan-pertemuan promosi, dan berita dari mulut ke mulut.

2. Efektif Biaya
(Mengefisienkan operasi untuk mengurangi biaya satuan)

 Jumlah staf yang sedikit per pinjaman, proses peminjaman yang terstandarisasi, desentralisasi, mendelegasikan pekerjaan kepada klien, staf lokal, dan kantor yang tidak mewah.

 Operasi diefisienkan untuk mengurangi biaya satuan.

3. Tradisi Pembayaran dan Pendapatan

Mengganti agunan dengan insentif untuk membayar dan tanggung jawab bersama.
Membangun tradisi pembayaran 100% dengan klien dan staf, yang menjamin produktivitas. Mendorong solidaritas dan memberlakukan jaminan kelompok. Modal kerja keuangan tetapi bukan modal tetap atas usaha yang sudah berjalan. Mengurangi beban pinjaman atas peminjam dengan mendorong pembayaran yang kecil tetapi teratur.

4. Skala

Menghindari apple polishing (manis di luar masam di dalam), dengan mendayagunakan mekanisme kelompok, dan kesinambungan melalui skala. Dengan target yang ditentukan kita bisa mengetahui sampai dimana target tercapai hingga saat ini. Hal ini bertujuan untuk mencapai pertumbuhan 3500 sampai 5.000 klien setelah 5 tahun.

5. Dampak

Menjangkau kalangan warga miskin, khususnya perempuan. Bertujuan menimbulkan dampak positif bagi usaha mikro, anak-anak, rumah tangga dan perempuan (pemberdayaan).

6. Kesinambungan

Mempertahankan program untuk tetap menjangkau kalangan miskin (tidak menyimpang dari klien asli). Berkesinambungan secara finansial maupun kelembagaan. Bertujuan mencapai kesinambungan melalui skala tepat sejak awal.

 Yang terakhir, kita tidak boleh meremehkan orang miskin atas kemampuan mereka untuk menilai kesejahteraan mereka sendiri, kita hendaklah membuat keputusan investasi yang cermat, kemampuan bekerja dalam kelompok dan menanggulangi realitas yang keras.

Tentang pistaza

Pusat Informasi dan Studi Zakat (Pistaza) merupakan lembaga dakwah dan Pendidikan yang memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pengelolaan zakat, baik melalui lembaga maupun badan amil zakat yang sudah ada. Pistaza memberikan konsultasi kepada setiap lembaga atau warga masyarakat yang membutuhkan informasi seputar zakat. Pistaza juga memberikan pelatihan-pelatihan bagi lembaga dan badan amil zakat untuk peningkatan kapasitas Amil zakat tentang bagaimana menjalankan roda kegiatan secara baik dan proesional. Informasi lebih lanjut lihat blog ini...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s