Mengenal penguatan modal Syariah

Oleh: April Purwanto

Istilah ini digunakan untuk memudahkan ingatan kita terhadap suatu masalah permodalan yang terjadi di masyarakat. Sesungguhnya program semacam ini bukanlah program yang pertama kali. Sudah banyak program sejenis yang telah dilakukan di beberapa daerah bahkan di beberapa negara untuk penanggulangan kemiskinan. Adanya koperasi jasa simpan pinjam syariah atau yang sering dikenal dengan Baitul Maal wa tamwil, merupakan awal adanya pemikiran untuk pembuatan program penguatan modal syariah berbasis masyaarakat. Namun dalam penguatan modal Syariah berbasis Masyarakat ini sumber dananya bisa seperti BMT yakni anggota masyarakat yang ikut terlibat di dalamnya. Bisa juga berasal penghimpunan dana zakat, infak dan shadaqah, dari pemerintah atau pihak-pihak yang berkepentingan untuk ikut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejauh yang saya ketahui penguatan modal syariah berbasis Masyarakat ini telah banyak dipraktekkan oleh beberapa koperasi jasa keuangan syariah di Indonesia atau BMT. Koperasi yang telah ada beserta paguyuban-peguyuban, arisan dasa wisma, arisan motor, arisan mobil, arisan keluarga, arisan trah dan lain-lain merupakan contoh pelaksanaan penguatan modal konvensional yang terjadi di masyarakat. Di tingkat internasional prinsip yang sama juga digunakan oleh Grameen Bank yang diciptakan Prof. Dr. Muhammad Yunus di Banglades, India yang menjadikan orang miskin sebagai obyek dalam penyaluran dana investasi.

Microfinance Syariah berbasis Masyarakat adalah metodologi peminjaman berbasis kelompok yang didasari oleh prinsip-prinsip syariah Islam seperti banyak program peminjaman modal yang sukses di hampir seluruh dunia. Program penguatan modal Syariah berbasis Masyarakat bertujuan meningkatkan pendapatan perempuan miskin dan keluarganya melalui pemberian pinjaman dan layanan tabungan bagi perempuan pengusaha mikro. penguatan modal Syariah berbasis masyarakat sangat memungkinkan kalangan perempuan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi mereka yang dengan demikian menghasilkan pendapatan yang lebih besar.

Program penguatan modal syariah berbasis Masyarakat menargetkan perempuan yang memiliki usaha mikro atau aktivitas berbasis rumah. Kalau memiliki basis perumahan biasanya mereka tidak memerlukan modal yang besar. Oleh karena itu masyarakat perempuan memulai dengan pinjaman yang kecil, penguatan modal syariah berbasis Masyarakat diharapkan menjadi daya tarik bagi kalangan perempuan dengan aktivitas usaha berpendapatan kecil. Dengan pemberian pinjaman berulang yang berangsur-angsur membesar. Organisasi penguatan modal Syariah berbasis Masyarakat bersama para pendamping masyarakat dari aktifis pekerja sosial membantu para perempuan dalam mengembangkan usahanya. Pengembalian uang dengan teratur dan insentif pinjaman berulang memastikan pengembalian yang tepat waktu.

Tabungan kerap merupakan bagian penting dari program penguatan modal syariah berbasis Masyarakat. Kebiasaan menabung digalakkan karena usaha tidak dapat diharapkan untuk berkembang tanpa investasi kembali. Perlu diyakinkan bahwa tabungan diperlukan untuk mengakumulasi modal untuk pertumbuhan usaha mendatang. Tabungan wajib bukan bagian yang diharuskan dalam program penguatan modal syariah berbasis Masyarakat kendati banyak program masih mempertahankan komponen ini.

Pendekatan kelompok solidaritas memungkinkan perempuan yang tidak memiliki akses atas agunan atau jaminan pribadi atau pada sumber kredit lainnya untuk memiliki pinjaman modal kerja. Setelah beberapa waktu, kelompok mengambil alih tanggung jawab yang kian meningkat untuk administrasi tabungan dan pinjaman. Partisipasi dalam kelompok mendorong kaum perempuan saling membantu dan menyokong. Anggota-anggota kelompok bekerja bersama-sama untuk mengatasi permasalahan mereka. Pengalaman kelompok dipadu dengan peluang usaha yang lebih baik meningkatkan kepercayaan diri dari para perempuan.

Untuk memastikan bahwa kalangan perempuan miskin memiliki akses kontinyu atas layanan tabungan dan pinjaman, program penguatan modal syariah berbasis Masyarakat mengenakan bagi hasil sesuai dengan ketentuan hukum syariah atau biaya tambahan layanan, yang penting transparan. penguatan modal Syariah berbasis Masyarakat mengenakan bagi hasil yang dalam jangka panjang akan menutup nilai modal pinjaman dan menutupi biaya penyediaan layanan lainnya. Disaat yang bersamaan, program penguatan modal syariah berbasis Masyarakat berharap menjamin kesinambungan dengan meningkatkan kapasitas kelembagaan keuangan mikro (Microfinance) (bentuknyan bisa Koperasi, Lembaga Keuangan Mikro Syariah atau BMT) untuk menyediakan layanan keuangan mikro, jauh hingga masa mendatang. Untuk mencapai tujuan ini, kelompok program turunan penguatan modal syariah berbasis Masyarakat bertujuan menciptakan paguyuban atau koperasi. Jika hal ini tidak dapat dimulai pada awalnya, salah satu turunan penguatan modal syariah berbasis Masyarakat akan mengoperasikan program microfinance syariah secara langsung dan kemudian pada tahap berikutnya mengalihkan pada staf dan operasi untuk membentuk paguyuban atau koperasi.

Tujuan Microfinance Syariah

  • Meningkatkan pemahaman rumah tangga miskin terhadap akspek-aspek kehidupan beragamanya
  • Meningkatkan pemahaman rumah tangga miskin terhadap pelaksanaan ajaran agamanya dalam menata kehidupan ekonomi keluarga.
  • Meningkatkan akses rumah tangga miskin atas sumber daya institusi yang ada melalui pelibatan mereka dalam layanan peminjaman dan tabungan berbasis jaminan kelompok;
  • Meningkatkan akses rumah tangga miskin atas sumber daya insani yang ada melalui pelibatan mereka dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
  • Meningkatkan sumber daya rumah tangga miskin melalui perbaikan kemampuan dan produktivitas aktivitas ekonomi swadaya; dan
  • Memfasilitasi pemberdayaan perempuan melalui kelompok dukungan ekonomi.

Tentang pistaza

Pusat Informasi dan Studi Zakat (Pistaza) merupakan lembaga dakwah dan Pendidikan yang memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pengelolaan zakat, baik melalui lembaga maupun badan amil zakat yang sudah ada. Pistaza memberikan konsultasi kepada setiap lembaga atau warga masyarakat yang membutuhkan informasi seputar zakat. Pistaza juga memberikan pelatihan-pelatihan bagi lembaga dan badan amil zakat untuk peningkatan kapasitas Amil zakat tentang bagaimana menjalankan roda kegiatan secara baik dan proesional. Informasi lebih lanjut lihat blog ini...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s