Zakat sebagai Pilar Kekuatan Keluarga

Zakat sebagai Pilar Kekuatan Keluarga

April Purwanto, M.E.I

 

Semakin banyaknya angka kasus kekerasan dimasyarakat menjadi perhatian kita semua. Pembiaran anak oleh orang tua, pelecehan seksual terhadap anak, kekerasan dalam keluarga, pembunuhan orang tua oleh anak karena keinginan yang tidak dipenuhi, kekerasan dengan senjata tajam dijalanan yang dilakukan pelajar dan lain sebagainya telah menambah panjang angka kekerasan dan disharmoni rumah tangga. Semua kejadian itu biasanya dinisbatkan pada faktor pengaruh keluarga yang kurang harmonis. Beberapa kejadian di masyarakat yang sering kita dengar, kita lihat, dan kita baca menjadi keprihatinan kita terhadap kondisi masyarakat kita saat ini dan di masa yang akan datang.

Seolah rasa persaudaraan, pertemanan dan kekeluargaan sudah mulai luntur. Kasus-kasus yang terjadi menunjukkan lunturnya rasa kepedulian pada orang lain. Tidak ada rasa belas kasihan, tidak ada rasa keinginan untuk menolong orang lain. Dijalanan orang lebih mementingkan keselamatan diri tanpa memperhatikan orang lain. Kewaspadaan dan keteladanan orang tua harus dikuatkan untuk membendung perilaku brutal generasi mendatang.

Ajaran Islam yang mengajarkan tentang rasa persaudaraan, rasa pertemanan, kekeluargaan dan kepadulian pada orang lain adalah zakat. Zakat mengajarkan kepada kita untuk tidak tamak. Karena sebagian harta kita bukan milik kita. Ada sebagian harta kita bukanlah kerja keraskita semua. Di dalam harta kita ada hasil kerja orang lain. Diakui atau tidak faktanya memang seperti itu. Zakat juga mengajarkan kepada kita untuk memberi. Baik memberi dalam pengertian materi atau memberi lain seperti memberi perhatian terhadap orang lain. Zakat juga mengajarkan tentang kehidupan saling tolong-menolong. Orang kaya menolong yang lemah. Baik lemah materi maupun lemah imannya, meingat umat Islam adalah umat yang satu (ummatan wahidatan). Tolong-menolong menjadi kewajiban setiap orang yang beriman.

Ajaran yang terkandung ajaran Islam memberikan pembelaran yang baik untuk penguatan dalam rangka membendung perilaku brutal yang dilakukan oleh anak manusia. Terutama ajaran yang mengajarkan tentang kepedulian terhadap sesama. Ajaran yang mempu membendung perilaku buruk terhadap arang lain adalah ajaran zakat. Lantas bagaimana mungkin zakat bisa mengajarkan tentang nilai-nilai kebaikan dalam keluarga?

Ada banyak manfaat zakat bagi pembinaan keluarga dan masyarakat dalam pelaksanaan penunaian zakat dalam kaitannya pembinaan keluarga, masyarakat dan pelaksanaan ajaran Islam dalam mengamlkan rukun Islam. Zakat dapat juga menyadarkan perilaku kebaikan bagi orang lain. Saling tolong menolong, peduli, simpati dan mengasah kepekaan terhadap kondisi orang lain. Selain meningkatkan rasa iman dan takwa kepada Allah.

Beberapa hal yang bisa diteladani dalam ajaran zakat antara lain;

  1. Zakat menjadi bukti kebenaran iman Zakat dalam beberapa pengertian juga disebut sebagai shadaqa yang artinya benar. Karena zakat adalah bagian dari shadaqah harta yang sifatnya wajib. Maksudnya adalah dengan zakat keimanan kita menjadi benar. Betapa banyak orang yang menyatakan beriman kepada Allah, meyakini adanya Allah tetapi lupa akan kewajibannya kepada Allah. Padahal dia sudah membaca dua kalimat syahadat yang di dalamnya merupakan bentuk kesaksian kepada Allah dan Rasul. Secara sadar atau tidak ketika seseorang tidak mau menunaikan zakat itu seperti orang yang mengingkari kesaksian mereka tentang dua kalimat syahadat yang ia ucapkan dikala awal masuk Islam atau yang sering diucapkan setiap sholat yang merupakan bentuk penyembahan tertinggi. Zakat menjadi pembenaran keimanan kita. Bukti keimanan seseorang adalah zakat sebagaimana yang sering diungkapkan dalam al quran dengan pernyataan “ aamanu wa amilu sholihati” yang menjadi bukti keimanan kepada Allah yaitu amal sholeh. Zakat merupakan salah satu dari bentuk aktifitas amal sholeh kita. Sehingga kita tidak bisa dikatakan beriman kepada Allah tanpa perilaku amal sholeh.
  2. Zakat membersihkan hati dari sifat-sifat buruk seperti hasad, Takabur, ujub dan lain-lain. Zakat memberikan sebagian harta kepada orang lain yang kadang tidak pernah kita kenal. Orang yang berhak meneriman zakat sebagaimana di atur dalam surat at Taubah ayat 60; “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Delapan asnaf sebagaimana dijelaskan ayat diatas kebanyakan bukanlah orang yang kita kenal. Kalau ada yang kita kenal tentu akan ada rasa senang atau kecenderungan untuk mengutamakan. Rasulullah tidak pernah memihak atau mengutamakan seorang diatas orang lain dalam pembagian zakat atau ghanimah. Siapapun yang termasuk ke dalam golongan asnaf yang delapan inilah yang harus diutamakan.
  3. Zakat mengajarkan kepada kita untuk peduli pada orang lain. Kepedulian pada orang lain merupakan contoh riil rasulullah SAW dalam menjalankan dakwah bil hal. Rasulullah mencontohkan tentang bagaimana memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa diketahui dan tanpa mengharap sesuatu dari orang yang diberi tersebut. Bahkan kepada orang yang menyakiti hati sekalipun, Rasulullah perlakukan orang itu dengan sopan dan baik. Apapun yang orang lain lakukan kepadanya, Rasulullah membalasnya dengan kebaikan. Contoh perilaku yang baik inilah yang diajarkan Rasulullah dan khaifah setelahnya. Kepedulian kepada sesama merupakan petunjuk praktis untuk mengubah perilaku seseorang dengan kesadarannya.
  4. Zakat membersihkan harta orang yang kaya (aghniya’) dan mengangkat derajat orang miskin. Harta yang dizakati secara tidak langsung membantu para aghniya’. Bagaimana bisa dikatakan demikian? Orang miskin sering didefinisikan sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan akses-akses produksi. Atau dengan kata lain, orang miskin adalah orang yang mengalami penurunan modal konsumsi. Zakat telah mengangkat derajat orang miskin dengan memberikan penguatan terhadap modal konsumsi dan produksi. Harta zakat yang diperoleh orang miskin bisa dijadikan modal produktif maupun modal konsumtif sehingga ada peningkatan bagi kaum miskin. Sebagaimana Rasulullah saw sampaikan terkait zakatul fithri yaitu; “aghnuhum ‘ani thuwaa fi hadzal yaum” artinya kayakanlah mereka pada hari ini. Zakat telah memberikan kesadaran kepada orang kaya untuk membantu yang miskin ddan juga memberikan kesadaan bagi orang mikin untuk ikut juga membantu para aghniya’ untuk menjaga harta kekayaannya. Sebagai tanda rasa terimakasih kepada para aghniya’ orang miskin ikut menjaga harta kekayaannya karena rasa kedermawanan yang dimilikinya.

Inilah beberapa catatan tentang zakat yang banyak memberi aspirasi kepada kita untuk mengembangkan kepedulian terhadap orang lain. Oleh karena itu, untuk mewujudkan wonderfull family perlu diadakan gerakan kepedulian terhadap sesama (gerakan filantropi) yang lebih luas lagi dalam pengertian umum. Bukan hanya sebatas perintah zakat saja, tetapi shadaqah untuk dalam pengertian yang lebih luas dari pada zakat. Kepedulian shadaqah meliputi materi dan immateri. Shadaqah materi artinya memberikan pembelajaran kepada keluarga tentang arti penting berbagi harta kepada sesama. Sedangkan shadaqah dalam pengertian immateri adalah memberikan kesenangan kepada keluarga dan memberikan pengajaran tentang arti penting menjaga lingkungan dari pencemaran dan lain sebagainya. Wallahu a’lam bi shawab.

 

 

Tentang pistaza

Pusat Informasi dan Studi Zakat (Pistaza) merupakan lembaga dakwah dan Pendidikan yang memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pengelolaan zakat, baik melalui lembaga maupun badan amil zakat yang sudah ada. Pistaza memberikan konsultasi kepada setiap lembaga atau warga masyarakat yang membutuhkan informasi seputar zakat. Pistaza juga memberikan pelatihan-pelatihan bagi lembaga dan badan amil zakat untuk peningkatan kapasitas Amil zakat tentang bagaimana menjalankan roda kegiatan secara baik dan proesional. Informasi lebih lanjut lihat blog ini...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s